Navigasi Web
Kribo Menyimpan Janin
Hari29 #TantanganGurusiana

Kribo Menyimpan Janin

“Ampun arek Iki!” umpatan Black hampir kedengaran di ruang kuliah. Black nama panggilannya, nama sebenarnya adalah Samsul, arek Gresik. Teman-teman kampus memanggilnya karena memang warna kulitnya hitam cemeng. Bukan membully tapi kenyataan dan dia enjoy saja dipanggil begitu.

“Dien lapo gak ikut praktik Pak Budi tadi pagi?” tanya Black pada Dieni Masruroh mahasiswi berhijab yang jadi kembang kampus.

“Keuselll Black, kemarin ambil data lama sekali belum kelar di STM Gajahmada,” jawabnya sambil memakai katelpak.

“Data apa?” tanya Black saat membenahi baju praktiknya. Mereka menunggu dosen datang. Tapi segala perlengkapan bengkel sudah disiapkan. Tool box mekanik juga sudah siap. Ada Nanang, Rambo dan Dalbo yang baru jalan kelihatan dari jauh mendekati laboratorium bengkel.

“Data skripsiku, anak otomotif. Mau ambil penelitian disana.”

“Oh ya, kemarin kamu ada yang cari. Kampus sebelah tuh. Cowok. Siapa dia?” selidik Black.

“Cowok? Rambut kribo, bibir agak sexy plus lebih dikit dikit ta?” senyum simpul Dieni.

“Ho-oh!” pungkas si Cemeng

“Koncoo cedek Black.”

“Tapi, aku nate lihat cowok itu Dien!” ucapnya sungguh-sungguh.

“Wah, beneran di mana kamu lihatnya?” Dieni penasaran dengan ucapan sahabatnya itu.

“Ojok jengkel ya, tenan! Bukan bermaksud ganggu pertemanan awakmu.”

“Lhah, iyolah santuy saja. Aku dan dia belum ada hubungan apa-apa kok,” jawab Dieni.

Belum sempat Black bercerita, pak Syaiful sudah datang. Temen-temen yang lain mulai nimbrung dengan berbagi kelompok praktik otomotif seperti biasanya.

“Wah, Dieni aku dapat kelompok dengan kamu,” sorak Black. “Kebetulan kita bisa ngegosip nih.”

“Hati-hati dengan pak Syaiful. Bisa-bisa dapat nilai E lho. Tapi infonya pak Syaiful suka mbek awakmu ya, sering main ke kostmu Dieni?”

“Hahh ada ada saja, biasa kalau dosen mau main ke rumah mahasiswinya. Toh dia bujangan juga,” jawab Dieni santai bikin Black semakin penasaran.

“ Kamu itu lho, yang bener-bener suka yang mana? Semua dikasih harapan. Nanti kena batunya sendiri Dieni. Hati-hati. Terus yang kribo tadi siapa?”

“Joko!” jawab Dieni singkat.

“Tapi aku pernah lihat dia malam-malam di dalam panggung terbuka anak jurusan seni tari. Berduaan Dien!” nadanya meninggi. “Ngapain coba? Kamu tahu toh, apa yang dilakukan jika berduaan saja? Yang ketiga setan."

Dieni bertanya,” Nah kamu ngapain juga malam-malam ke kampus seni?”

“Aku sama Dalbo, Rambo, dan Nanang mau cari makan dari kost. Biar cepet lewat dalam, yaitu jalan pintas sisi kiri panggung terbuka jurusan tari. Eh, kami lihat mereka berdua asyekk banget,” Black mengelus dada.

“Apaa?! Beneran Black? Tenann??"

" Iyooo lapo goroh. Demi, demi Gusti Alloh," Black kali ini sungguh-sungguh.

Dieni merasa matanya berkunang-kunang, lalu pusing bagai ada tujuh bintang di kepalanya. Berat nian disangganya. Yang kedengaran teriakan pak Syaiful mau menopang tubuhnyayang ambruk. Namun telinga Dieni tidak mampu mendengar apa-apa lagi. Pingsan. Yang dia tahu sudah ada janin si Kribo di perutnya. Alamakkk!!😓

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search